Cara Upgrade LinkedIn Premium dan Beriklan di Jaringan LinkedIn
Yudhitya M. Renandra
23 Januari 2026

Banyak orang pakai LinkedIn setiap hari, tapi jujur saja, sebagian besar cuma jadi “penonton”. Scroll, like, kadang komentar, lalu selesai. Padahal di balik tampilan yang kelihatannya formal dan serius itu, LinkedIn menyimpan dua fitur yang sangat kuat kalau dipakai dengan benar: LinkedIn Premium dan iklan di jaringan LinkedIn.
Masalahnya, dua hal ini sering terdengar “mahal”, “ribet”, atau “khusus orang HR dan korporat besar”. Akhirnya banyak yang tidak pernah benar-benar mencoba, atau mencoba tapi berhenti di tengah karena tidak paham alurnya.
Artikel ini dibuat buat kamu yang ingin upgrade LinkedIn Premium, entah sebagai profesional, job seeker, freelancer, recruiter, atau pemilik bisnis. Kita bahas pelan-pelan, dari logika dasarnya dulu, baru ke teknis upgrade dan iklannya.
Memahami Posisi LinkedIn dalam Dunia Profesional
LinkedIn bukan media sosial biasa. Orang tidak datang ke LinkedIn untuk cari hiburan, tapi untuk karier, relasi, dan peluang bisnis. Ini penting dipahami sejak awal, karena cara mainnya beda dengan Instagram atau Facebook.
Di LinkedIn:
-
Orang lebih terbuka dengan topik kerja dan bisnis
-
Profil adalah “etalase profesional”
-
Interaksi sering berujung ke peluang nyata, bukan sekadar engagement
Karena itu, fitur berbayar LinkedIn memang didesain untuk mempercepat hasil, bukan sekadar menambah fitur lucu.
Apa Itu LinkedIn Premium dan Kenapa Banyak yang Upgrade
LinkedIn Premium pada dasarnya adalah versi berbayar yang membuka akses data dan fitur yang tidak bisa dilihat pengguna gratis. LinkedIn sadar bahwa data profesional itu sangat bernilai, jadi sebagian hanya dibuka lewat Premium.
LinkedIn Premium tidak cuma satu jenis. Ada beberapa paket yang disesuaikan dengan tujuan pengguna.
Jenis-Jenis LinkedIn Premium
Secara umum, LinkedIn membagi Premium ke beberapa kategori utama:
-
Career untuk job seeker
-
Business untuk profesional dan pemilik usaha
-
Sales Navigator untuk sales dan B2B
-
Recruiter Lite untuk HR dan perekrut
Masing-masing punya fokus berbeda, tapi semuanya berangkat dari satu ide: akses lebih dalam ke orang dan data di LinkedIn.
Manfaat Nyata LinkedIn Premium (Bukan Sekadar Teori)
Banyak orang ragu upgrade karena takut “fiturnya nggak kepakai”. Keraguan ini wajar, apalagi kalau belum pernah mencoba. Tapi ada beberapa manfaat yang benar-benar terasa ketika Premium dipakai dengan benar.
Beberapa manfaat yang paling sering dirasakan:
-
Bisa lihat siapa saja yang mengunjungi profil
-
Bisa kirim pesan ke orang di luar koneksi (InMail)
-
Insight tambahan saat melamar kerja
-
Data perbandingan dengan kandidat lain
-
Filter pencarian yang jauh lebih detail
Buat job seeker, fitur “lihat perbandingan kandidat” sering jadi pembuka mata. Buat bisnis dan sales, kemampuan menghubungi orang tanpa harus connect dulu itu sangat berharga.
Cara Upgrade ke LinkedIn Premium
Secara teknis, upgrade LinkedIn Premium itu tidak rumit. Yang sering bikin bingung justru kapan dan paket mana yang harus dipilih.
Alurnya secara umum seperti ini:
-
Masuk ke akun LinkedIn
-
Klik menu Premium
-
Pilih paket sesuai tujuan
-
Manfaatkan trial gratis (jika tersedia)
-
Masukkan metode pembayaran
Biasanya LinkedIn menyediakan free trial sekitar 1 bulan, dan ini momen terbaik untuk mencoba tanpa risiko.
Yang penting diperhatikan sejak awal:
-
Trial akan otomatis berbayar jika tidak dibatalkan
-
Harga berbeda tergantung paket
-
Mata uang biasanya USD atau mata uang lokal tertentu
Kapan LinkedIn Premium Benar-Benar Layak Dipakai
Premium paling terasa manfaatnya kalau kamu:
-
Aktif mencari kerja dan melamar serius
-
Sering dihubungi recruiter
-
Ingin bangun personal brand profesional
-
Menjual jasa atau produk B2B
-
Ingin menjangkau decision maker
Kalau LinkedIn kamu masih pasif dan jarang dibuka, Premium cenderung terasa “mahal”. Tapi kalau LinkedIn sudah jadi alat utama karier atau bisnis, Premium sering terasa masuk akal.
Masuk ke Level Berikutnya: Beriklan di Jaringan LinkedIn
Kalau LinkedIn Premium fokus ke akun pribadi, LinkedIn Ads fokus ke distribusi pesan dan brand.
Beriklan di LinkedIn itu berbeda jauh dari iklan media sosial lain. Targetnya bukan “sebanyak mungkin orang”, tapi orang yang tepat.
LinkedIn Ads biasanya dipakai untuk:
-
Lead generation B2B
-
Employer branding
-
Promosi event profesional
-
Jualan jasa bernilai tinggi
-
Membangun reputasi perusahaan
Jenis-Jenis Iklan di LinkedIn
LinkedIn menyediakan beberapa format iklan, dan masing-masing punya fungsi berbeda.
Beberapa format yang paling umum:
-
Sponsored Content (muncul di feed)
-
Message Ads (langsung ke inbox)
-
Text Ads (sidebar)
-
Video Ads
-
Lead Gen Forms
Yang menarik, LinkedIn memungkinkan targeting yang sangat spesifik, seperti:
-
Jabatan
-
Industri
-
Level senioritas
-
Ukuran perusahaan
-
Lokasi kerja
Inilah alasan kenapa biaya iklan LinkedIn cenderung lebih mahal, tapi kualitas audiensnya juga jauh lebih tinggi.
Cara Memulai Iklan di LinkedIn
Untuk mulai beriklan, kamu perlu:
-
Akun LinkedIn
-
Halaman perusahaan (Company Page)
-
Akses ke LinkedIn Campaign Manager
Alur sederhananya:
-
Buat campaign baru
-
Tentukan objective (awareness, traffic, leads)
-
Atur targeting audiens
-
Pilih format iklan
-
Tentukan budget dan durasi
- maukan metode pambayaran, bisa kartu kredit atau pakai jasa pembayaran LinkedIn Ads
Di tahap ini, kesalahan paling umum adalah targeting terlalu luas. Di LinkedIn, semakin spesifik biasanya justru semakin efektif.
Berapa Biaya Iklan di LinkedIn?
Ini bagian yang sering bikin kaget.
LinkedIn Ads memang tidak murah dibanding platform lain. Biaya per klik atau per impresinya bisa beberapa kali lipat. Tapi perlu dilihat dari sudut pandang yang benar.
LinkedIn Ads cocok untuk:
-
Produk/jasa bernilai tinggi
-
Penjualan jangka panjang
-
B2B dan corporate market
Kalau kamu jual produk murah ke market umum, LinkedIn Ads bukan pilihan ideal. Tapi kalau satu klien bernilai besar, satu lead saja bisa menutup biaya iklan.
Menggabungkan LinkedIn Premium dan LinkedIn Ads
Di titik tertentu, LinkedIn Premium dan iklan bisa saling melengkapi.
Contohnya:
-
Premium dipakai untuk riset dan outreach manual
-
Ads dipakai untuk membangun awareness
-
Leads dari iklan di-follow up lewat akun Premium
Pendekatan ini sering dipakai oleh:
-
Konsultan
-
Agency
-
Sales B2B
-
Founder startup
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sering bikin orang merasa LinkedIn “nggak works”:
-
Upgrade Premium tapi akun pasif
-
Iklan jalan tanpa landing page yang jelas
-
Targeting terlalu umum
-
Pesan iklan terlalu hard selling
-
Tidak konsisten follow-up
LinkedIn bukan platform instan. Tapi kalau dipakai dengan pendekatan yang tepat, hasilnya sering lebih tahan lama.
Penutup
Upgrade LinkedIn Premium dan beriklan di jaringan LinkedIn bukan soal gengsi atau gaya-gayaan. Ini soal alat. Kalau alatnya sesuai dengan tujuanmu, hasilnya bisa sangat terasa. Kalau tidak, ya terasa mahal.
Kuncinya bukan “harus pakai atau tidak”, tapi kapan dan untuk apa.








